ujian paket c : PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH - PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT

Rabu, 06 Oktober 2010

GANGGUAN KESUBURAN PADA PRIA

Bin Muhsin Powder Datse LollenSerbuk pucuk bunga kurma dipercaya manjur bisa mengatasi:* Kemandulan bagi suami istri* Menambah hormon laki-laki dan menambah jumlah serta mengentalkan sperma laki-laki* Menambah keharmonisan pasutri* Menambah stamina* Menambah kemampuan seksual* Mempermudah kehamilan secara ajaib Dapat dibeli secara online di www.binmuhsingroup.com Situs resmi www.binmuhsinpowderdatselollen.blogspot.com UNTUK KOLSUNTASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id
===

GANGGUAN KESUBURAN

PADA PRIA

Artikel ini ditulis ulang dari buku Obat Tradisional untuk pasangan suami istri karanagn Hardi Soenanto dan Sri Kuncoro terbitan Kompas Gramedia

Sebagian besar pasangan suami istri menginginkan kehadiran sang buah hati (anak). Tetapi ternyata dari hasil penelitian menyebutkan bahwa 10% di antara pasangan suami istri sulit punya anak. Dari angka tersebut, 30 persennya disebabkanoleh pria.

Faktor Risiko

Faktor risiko terjadinya gangguan kesuburan pada pria adalah sebagai berikut :

1. Kegemukan

Pria berbadan gemuk (obesitas) lebih berisiko sulit punya anak jika dibandingkan pria berbadan ideal. Kegemukan identik dengan kelebihan lemak tubuh, lemak tubuh akan memengaruhi suhu badan termasuk suhu di bagian testis, suhu tinggi di testisdapat memengaruhi kuantitas dan kualitas sperma. Salah satu syarat terjadinya pembuahan bisa gagal. Selain itu tubuh gemuk akan memengaruhi bekerjanya testis sehingga dapat mengakibatkan ejakulasi dini pada saat berhubungan badan.

2. Stres

Tanggung jawab sebagai seorang pria yang identik sebagai si pencari nafkah untuk keluarganya, serta kesibukan kerja, konflik antarsesama acap kali menimbulkan stress. Apabila stres terus-menerus menghinggapi pikirannya maka dapat berakibat pada gangguan kesuburan. Depresi, tekanan-tekanan, kecemasan akan berpengaruh pada proses kerja kelenjar pituitari di bagian otak sehingga memengaruhi pula hormon testoreron. Akibat stres, pengaturan hormone testoteron akan terganggu dan selanjutnya organ reproduksi pun mengalami gangguan, misalnya gangguan ereksi, atau tak ada gairah libido.

3. Lingkungan Hidup

Pencemaran lingkungan dari sampah, polusi, limbah industry diatas baas toleransi dapat mengancam kesehatan tubuh, dan juga suhu yang terlalu panas diruang kerja tertutup juga dapat berpengaruh pada kesehatan khususnya organ reproduksi maupun jumlah dan kualitas sperma. Jenis pekerjaan berat, misalnya mengangkat, memikul yang dilakukan secara terus-menerus juga dapat memicu gangguan kesuburan.

Penyebab

Infertilitas (ketidaksuburan) pada pria bisa disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:

1. Hormonal

Produksi sperma, baik menyangkut kualitas maupun kuantitas dipengaruhi oleh kerja hormon. Apabila ada gangguan pada kelenjar pituitaria, maka produksi sperma di testis juga akan mengalami gangguan. Agar bisa terjadi pembuahan (pertemuan antara sel telur wanita dengan sel sperma pria) dibutuhkan jumlah sperma yang cukup dan sel sperma yang berkualitas. Bila salah satu atau keduanya tak terpenuhi, maka pembuahan tak akan berhasil. Untuk dapat membuahi sel telur wanita, dibutuhkan sedkitnya 20 juta sel sperma laki-laki, namun apabila jumlahnya kurang dari 20 juta ketika melakukan hubungan badan, maka kemungkinan sel sperma gagal untuk membuahi.

2. Jumlah dan Kualitas Sperma

Gangguan pada sperma yang menyangkut jumlah serta kualitas, tidak saja dipengaruhi oleh fungsi hormonal saja, tetapi ada pengaruh lainnya seperti karena penyakit kencing manis, depresi atau stres, gangguan di testis (tidak turun/menggantung di tubuh), dan sebagainya. Dari salah satu penyebab tersebut mengakibatkan ketidaknormalan sperma. Misalnya bentuk sperma dan gerakan (motilitas) yang lambat saat mencapai tempat pembuahan, jumlahnya yang tidak mencukupi atau kualitas kurang baik. Jadi gangguan pada sperma dapat mengakibatkan pria infertile (kurang subur).

3. Infeksi

Infeksi dapat menyerang di bagain testis maupun pada salurannya, bila ini terjadi maka akan mengganggu produksi sel sperma (karena sperma di hasilkan dari testis). Infeksi dapat bersumber dari luar, misalnya penyakit sifilis, kencing nanah karena sering berganti pasangan, kurang menjaga kebersihan alat vital, dan pada akhirnya akan mengganggu kesuburan.

4. Penyumbatan

Penyumbatan di bagian saluran dari testis menuju ke penis sebelum sperma dikeluarkan melalui ejakulasi, dapat mengakibatkan terjadinya peradangan maupun infeksi, yang akhirnya memengaruhi kualitas sperma, seperti ketidaknormalan bentuk sperma, kesehatan sel sperma, mut dan jumlah sel sperma.

5. Disfungsi Ereksi

Gangguan ereksi lebih dikenal dengan istilah impoten, yaitu ketidakmampuan penis untuk meregang/membesar. Meskipung gangguan ereksi ini tidak secara langsung berhubungan dengan gangguan kesuburan pada pria, etapi dengansulitnya penis untuk bisa meregang dan berejakulasi dapat dipastikan terjadi kegagalan sperma untuk bertemu sel telur. Padahal supaya terjadi pembuahan harus ada konsepsi (bertemunya sel sperma dengan sel telur).

6. Penyakit

Penyakit-penyakit tertentu yang dialami pria memengaruhi organ reporduksi pria, misalnya penyakit kencing manis, jantung, dan darah tinggi. Kencing manis pada tingkatan tertentu akan berpengaruh pada gangguan seksual, yaitu impotensi. Demikian penyakit jantung, karena gangguan arteri, maka suplai darah ke bagian penis menjadi terganggu sehingga dapat mengalami impotensi.

7. Stres

Stress, kelelahan fisik dan mental, depresi, dapat memengaruhi organ reproduksi pria, misalnya ejakulasi dini maupun impotensi. Meskipun stres tidak secara langsung berakibat pada gangguan kesuburan, tetapi dengan munculnya keluhan seksual ujung-ujungnya adalah mengganggu fertilitas si penderita. Selain itu stress akan memengaruhi kuantitas serta kualitas sperma.

KONSEP PENGOBATAN

Salah satu pengobatan untuk mengatasi gangguan kesuburan (infertilitas) dapat ditempuh dengan menggunakan tanama obat. Dari berbagai pengalaman di lapangan sudah banyak pasangan suami istri berhasil memiliki buah hati melalui tangan-tangan pengobat herbal. Meski pengobatannya memakai cara-cara tradisional, tetapi metodenya tetap menggunakan dasar-dasar ilmiah seperti layaknya cara medis.

Terapi dengan Tanaman Obat

Konsep pengobatan pada gangguan kesuburan dilakukan berdasarkan kasus per kasus. Artinya setiap pasangan suami istri tidak selalu sama penyebabnya. Ada yang disebabkan oleh penyakit, ada yang disebabkan oleh stres, ada yang karena pengaruh hormonal. Masing-masing akan diberikan pengobatan sesuai hasil diagnosisnya.

Ada 3 tahap pengobatan terhadap gangguan kesuburan baik yang disebabkan oleh wanita ataupun pria.

Gangguan Kesuburan

Yang Disebabkan oleh Wanita

Tahap pengobatan 1 :

Ramuan tanaman obat diberikan untuk diminum jangka waktu antara 2–4 minggu, tujuannya mengantasipasi gangguan penyumbatan di saluran organ reproduksi wanita, mengantisipasi adanya gangguan infeksi, mengantisipasi gangguan hormonal seperti masalah menstruasi, serta pengantisipasi adanya kista, mioma, endometriosis, dan lainnya. Tujuan akhri pengobatan tahap pertama ini adalah membersihkan organ reproduksi, menormalkan fungsi mentruasi dan mengatasi penyakit. Tanaman obat yang diberikan memiliki afek farmakologi : antivirus, antipiretik (antidemam), sitostatika (obat antikista/kanker), anti inflamasi (anti radang) dan anti infeksi.

Tahap Pengobatan 2

Ramuan tanaman obat diberikan untuk diminum selama 3-4 minggu, kelanjutan pengobatan tahap pertama. Tujuan pemberian ramuan pada tahap kedua ini adalah menyuburkan danmenguatkan sel telur, agar sel telur berfungsi dengan baik. Tanaman obat yang diberikan memiliki efek sebagai penyegar tubuh (analeptic), meningkatkan daya tahan tubuh (immunomodulator), serta pemicu pertumbuhan sel telur.

Tahap Pengobatan 3

Ramuan tanaman obat diberikan untuk diminum selam 3-4 minggu, kelanjutan pengobatan tahap kedua. Tujuan pemberian ramuan pada tahap ini adalah menyiapkan fungsi rahim dengan baik, serta menguatkan rahim. Taman obat yang diberikan memiliki efek: merangsang daya tahan tubuh (adaptogen), dan tonikum, memperkuat tanaga.

Gangguan Kesuburan

Yang Disebabkan oleh Pria

Tahap Pengobatan 1

Ramuan tanaman obat diberikan untuk diminum selam 3-4 minggu, tujuannya mengantisipasi bila ada gangguan penyakit, seperti infeksi, peradangan, penyumbatan, dan penyakit lainnya, ramuan yang bersifat membersihkan saluran sperma. Tanaman obat yang diberikan dipilih yang memiliki efek : anti peradangan, antiinfeksi, mengatasi penyumbaan, antibakteri, antijamur, analgesic (penghilang rasa sakit), memperkuat jaringan tubuh yang rusak.

Tahap Pengobatan 2

Ramuan tanaman obat diberikan untuk diminum selama 3-4 minggu, kelanjutan tahap pengobatan 1. Tujuan pemberian ramuan pada tahap ini adalah manjaga dan meningkatkan stamina serta melancarkan sirkulasi darah. Tanaman obat yang diberikan dipilih yang memiliki efek: antikoagulan (melancarkan bekuan darah), aprodisiak (meningkatkan gairah seksual), tonik (menciptakan kemampuan tubuh menghasilkan tenaga).

Tahap Pengobatan 3

Ramuan tanaman obat diberikan untuk diminum selama 3-4 minggu, merupakan kelanjutan tahap pengobatan kedua. Tujuan pemberian ramuan pada tahap ini adalah meningkatkan jumlah dan kualitas sperma. Tanaman obat yang diberikan dipilih yang memiliki efek : meningkatkan daya gerak (mortilitas) sperma, serta memicu pertumbuhan sperma.

Catatan:

Cara Minum Ramuan

Baik untuk pria maupun wanita, setiap selesai minum ramuan pada tahap pertama, lakukan jeda selama 3 hari (istirahat tidak minum ramuan selama 3 hari), kemudian baru dilanjutkan minum ramuan tahap kedua, lakukan jeda lagi selama 3 hari, demikian seterusnya. Tujuannya memberikan istirahat tubuh khususnya pada lambung.

Terapi Pendukung

Untuk menunjang keberhasilan mengatasi gangguan kesuburan, perlu dilakukan terapi pendukung, yaitu pijat refleksi. Pijat refleksiadalah sistem pemijatan yang dilakukan pada telapak kaki atau bagian dari tubuh lainnya dengan cara menekan titik-titik refleks pada organ yang mengalami gangguan atau sakit. Segala macam gangguan atau penyakit khususnya gangguan reproduksi wania atau pria dapat diatasi dengan pemijatan pada titik-titik tertentu. Tujuan pijat refleksi adalah menormalkan peredaran darah, menjaga stamina tubuh agar selalu sehat dan bugar, melancarkan sumbatan yang ada di bagian pembuluh darah, memperbaiki dan menormalkan fungsi metabolism tubuh sehingga setiap organ tubuh dapat berfungsi bekerja dengan baik.

Pijat refleksi dikenal dengan istilah lain terapizona atau accupresur, bekerjanya berdasarkan hukum sebab akibat. Sebagai contoh kasus: gangguan impotensi; untuk menentukan terapi pijat harus terlebih dahulu diketahui apa penyebab impotensi tersebut. Impotensi dapat terjadikarena adanya gangguan kelenjar pituitaria, kelenjar thyroid, kelenjar adrenal, ginjal, testis, dan prostat. Bagian-bagian itulah yang akan mendapat perawatan dengan sistem pemijatan melalui refleksi ditelapak kaki.

Upaya Pencegahan

Bila sudah diketahui faktor-faktor risiko, penyebab terjadinya gangguan kesuburan, gangguan dan penyakit yang mungkin timbul pada organ-organ reproduksi pria maupun wanita, maka upaya pencegahan atau usaha-usaha yang perlu dilakukan supaya pasangan suami istri dikaruniai si buah hati, adalah sebagai berikut:

· Membiasakan pola hidup bersih, selalu menjaga dengan baik organ reproduksi, dan kebersihan tubuh pada umumnya.

· Berusaha mengendalikan stres, misalnya menerima dengan sukacita, saling membutuhkan dan saling mengasihi, tanpa ada rasa paksaan.

· Lakukan hubungan seksual suami istri dengan baik dan benar, secara rutin di saat masa subur istri.

· Selalu menjaga stamina dan kebugaran tubuh kedua pasangan, dengan cara rajin berolahraga secara teratur dan terukur.

· Makan makanan yang seimbang nilai gizinya, terpenuhi unsur karbohidrat, vitamin, mineral, lemak.

Dianjurkan makan makanan yang bervariasi, teruatama perlu mengonsumsi suplemen vitamin, terutama vitamin C dan E dan makanan yang mengandung mineral seng.

· Selalu berpikir positif.

· Mengatur waktu dengan sebaik-baiknya, antara waktu kerja, istirahat.

· Menjaga berat badan ideal.

· Menjaga kesehatan dengan baik, bila ada gangguan penyakit segera diatasi.

· Rajin berdoa dan beribadah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar