ujian paket c : PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH - PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT

Senin, 29 Maret 2010

Hati-hati Endometriosis Bisa Menyebabkan Kemandulan

Bin Muhsin Powder Datse Lollen
Serbuk pucuk bunga kurma dipercaya manjur bisa mengatasi:
* Kemandulan bagi suami istri
* Menambah hormon laki-laki dan menambah jumlah serta mengentalkan sperma laki-laki
* Menambah keharmonisan pasutri
UNTUK KOLSUNTASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI :
HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797
@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster
binmuhsin_group@yahoo.co.id
===
Hati-hati Endometriosis Bisa Menyebabkan Kemandulan

Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan endometriosis ? Berbahaya nggak sih ? Endometriosis adalah suatu keadaan dimana endometrium berada di luar tempat yang seharusnya, yaitu di dalam rongga rahim. Nah, endometrium sendiri merupakan lapisan yang melapisi rongga rahim dan dikeluarkan secara siklik saat mens sebagai darah haid.

Makanya, ketika banyak perempuan yang harus berjuang menahan sakit perut hebat ketika masa-masa menstruasi mendatangi mereka. Bahkan banyak dari perempuan itu yang tidak bisa beraktivitas sama sekali dan membutuhkan obat penghilang rasa sakit agar bisa melewati satu hari itu.

Rasa sakit yang diderita setiap bulan itu sebenarnya tidak normal dan mengandung endometriosis atau salah satu penyakit gineakolog paling umum bagi para perempuan. Penyakit tersebut membuat jaringan endometrial mengendap pada organ di luar rahim seperti ovarium, "tube fallopi", atau di mana saja sekitar perut.

Bagaimana dengan kista ?. Kista indung telur adalah suatu massa berisi cairan, bisa kental seperti gel (mukus), bisa juga cair (serous). Kista ini diproduksi oleh kelenjar-kelenjar yang ada di ovarium, yang tak bisa dikeluarkan. Akhirnya tertampung, dan makin lama makin besar.

Lain lagi dengan mioma uteri, mioma uteri adalah tumor jinak dari miometrium (otot rahim). Berdasarkan letaknya, mioma uteri bisa dibagi menjadi 3, yakni mioma intramural (di dalam otot rahim), subserosa (dibawah lapisan serous, menonjol ke arah rongga perut), serta juga submukosa (menonjol ke arah rongga rahim)."

Rangsangan Estrogen

Penyebab ketiga gangguan di atas sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti dan masih terus diteliti.

Sekarang, semua penyakit memang diarahkan ke faktor genetik sebagai penyebab. Kanker payudara misalnya, sudah diketahui gen-nya. Kalau si ibu kena kanker payudara, anaknya harus siap-siap. Tapi mioma, kista, dan endometriosis ini belum.

Sebagian ahli berpendapat, mioma uteri terjadi karena adanya perangsangan hormon estrogen terhadap sel-sel yang ada di otot rahim.

Jadi, mioma uteri ini akibat pengaruh estrogen. Makanya, sangat jarang ditemukan pada anak-anak usia pubertas, bahkan nyaris tidak pernah. Anak pada usia, belum ada rangsangan estrogennya. Sementara pada wanita menopause, mioma biasanya mengecil, karena estrogen sudah berkurang.

Penyebab kista dan endometriosis pun belum diketahui persis, Belum ketahuan, apakah kista disebabkan oleh kelenjar yang tersumbat sehingga membesar. Sementara salah satu penyebab endometriosis diduga adalah adanya muntahan sel-sel endometriosis keluar rongga rahim saat haid.

Nah, sel-sel edometriosis ini kemudian menempel di luar rongga rahim. Ada juga yang menyebut endometriosis mengikuti aliran darah atau ikut aliran kelenjar limfa, sehingga bisa saja terjadi endometriosis di paru, mata, dan sebagainya. Ada lagi yang mengatakan endometriosis disebabkan oleh pencemaran lingkungan dan pola hidup tak sehat. Jadi, masih belum pasti sebabnya.

Jaringan endometrial yang tidak berada pada tempatnya itu mulai menyebar dan bereaksi seperti jaringan endometrial lainnya, yaitu berdarah ketika siklus bulanan perempuan.
Banyak kasus endometriosis ini terjadi pada perempuan berusia 26 tahun dan juga pada perempuan berusia 35 tahun.

Penyakit itu sebenarnya tidak terlalu berbahaya, tetapi ia memiliki karakteristik seperti tumor yang akan terus tumbuh, kata Andreas Ebert, seorang profesor pada Universitas Humboldt di Berlin Jerman.

Endometriosis dapat menyebabkan kemandulan. Hal itu terjadi karena jaringan serta darah yang mengalir pada organ itu menghalangi terjadinya kehamilan kata Christan Albring, Presiden dari Asosiasi Federal Gineakologis Jerman yang berpusat di Hannover.

Gejala umum lainnya yang diderita oleh para perempuan yang menderita endometriosis adalah rasa sakit tidak normal ketika sedang berhubungan badan.

Katrein Hoffman dari Asosiasi Endometriosis Jerman yang berpusat di Leipzig mengatakan sangat penting bagi perempuan yang merasa sakit ketika sedang berhubungan badan harus segera pergi ke dokter untuk memberikan deskripsi yang jelas kepada dokter tentang letak rasa sakit dan seberapa sering ia mengalami itu.

"Banyak perempuan yang tidak tahu bagaimana cara mengekspresikan perasaan mereka," kata Hoffmann.

Sangat penting bagi kita, lanjutnya, untuk mengembangkan kesadaran di masyarakat mengenai penyakit itu. Para perempuan dapat melakukan diskusi secara menyeluruh dengan dokter atau praktisi kesehatan mengenai penyakit endometriosis itu.

Penyelidikan lebih lanjut termasuk ultrasound serta penelitian pada area pelvic untuk merasakan adanya adhesi juga amat dibutuhkan. Walaupun begitu hanya "laparoscopy" yang dapat membuktikan adanya kehadiran dari endometriosis.

Adhesi dapat dihilangkan saat proses penyelidikan itu dan si pasien harus dalam fase pembiusan. Rata-rata endometriosis dapat tidak terdeteksi selama enam atau delapan tahun. Di Jerman ada 30 ribu kasus baru tiap tahunnya. Para pasien di awal pengobatannya harus memutuskan apakah akan diobati untuk kemandulan atau rasa sakitnya, kata Ebert.

Pada kedua kasus itu fase yang harus dilakukan adalah menghilangkan adhesi itu. Hormon akan diberikan kepada perempuan yang memilih untuk menghilangkan rasa sakitnya dan biasanya mereka mendapatkan hasil yang positf, kata Albring. Berbagai pil serta obat-obatan lainnya yang diberikan sebelum siklus bulanan dapat membantu penyembuhan.
Perempuan yang ingin memiliki anak akan akan dirawat dengan cara berbeda.

Mereka akan diberikan hormon yang dapat mengubah secara artifisial tubuh mereka ketika proses pembakaran adhesi tadi terjadi, kata Albring. Setelah enam bulan perawatan hormon itu berakhir maka tubuh akan berfungsi secara normal kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar